BADAI PASTI BERLALUAwan gelap menyelimuti sebuah pulau kecil yang masih berada dalam wilayah administratif kota Makassar. Kecemasan, ketakutan dan penderitaan menyekap kehidupan para nelayan yang bermukim di pulau itu. Mereka terjerat dalam kemiskinan dan tekanan keluarga Daeng Bantang, juragan ikan terkaya di pulau itu.
Tekanan yang dilakukan Dg. Bantang dan putranya bernama Dg. Maro membuat para nelayan harus menjual ikan hasil tangkapan pada juragan Dg. Bantang. Demikian pula jika para nelayan membutuhkan modal uang, hanya boleh meminjam pada Dg. Bantang, dengan bunga yang cukup tinggi. Masyarakat di sana dibuat bodoh, tidak boleh melebihi kepintaran dia.
Kejahatan yang dilakukan keluarga Dg. Bantang ditentang oleh juragan lainnya yakni Dg. Basri, ayah dari Intan dan Dg. Ruslan yang berpendidikan. Dengan segala cara keluarga Dg. Basri terus membela para nelayan dari penindasan dan berusaha memberikan pendidikan dan mencerdaskan penduduk denga mengupayakan penyelenggaraan pendidikan luar sekolah melalui belajar mengenal huruf untuk buta aksara sampai program pendidikan Paket A, B, dan C bagi anak-anak yang putus sekolah.
Itulah sinopsis dari sebagian alur cerita sinetron "Badai Pasti Berlalu" yang ditulis Zaldy Yusuf sebuah edutainment (pendidikan dan hiburan) berupa sinetron dokumenter tentang pendidikan nonformal dan informal. Ini sebuah inovasi sosialisasi program Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) yang di selenggarakan BPPNFI Regional V Makassar.
"Sosialisasi tidak melulu harus dengan seminar dan workshop, bisa juga dengan memberikan hiburan tontonan, karena kebetulan masyarakat kita masih senang dengan tontonan. Harapan kami dengan tontonan sinetron ini bisa mengambil maknanya, pendidikan itu perlu untuk menghindari perbuatan orang yang semena-mena dan untuk meningkatkan taraf hidup," Ungkap Arman Argo, Staf Kasi Informasi bagian Production House, yang juga menjadi tokoh antagonis Daeng Maro dalam sinetron ini.
Tuhan selalu menunjukkan jalan bagi orang-orang yang ingin keluar dari kesulitan dengan jalan benar. Kaluarga Dg. Basri dan dengan bantuan para Pamong Belajar SKB dan BPPNFI Reg. V Makassar dapat mengajak masyarakat yang masih dalam hempasan badai Daeng Maro dan kegelapan karena buta huruf. Digambarkan bagaimana upaya para pamong menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan, dan itu tidak perlu harus dilakukan di kota menyebrangi lautun dulu. Dengan pendidikan nonformal dan informal semua bisa dilakukan dalam pulau itu sendiri. Setelah itu, sedikit demi sedikit kebodohan di pulau dapat dikikis meskipun awalnya dengan cara sembunyi-sembunyi, karena selalu mendapat halangan dan gangguan dari Dg. Maro bersama antek-anteknya. Dengan semangat dan perjuangan keras Dg. Basri dan para pamong belajar, akhirnya warga masyarakat dapat mengenyam pendidikan dengan lebih baik seiring dengan datangnya malape
taka yang menimpa Dg. Bantang dan puteranya Dg. Maro beserta anak buahnya di tengah laut. Perahu motornya meledak akibat bom ikan yang mereka buat sendiri ketika akan membom ikan-ikan di laut.Badai pasti berlalu. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Badai yang selama ini menghantap kehidupan penduduk pulau akhirnya mereda, awan gelap tak lagi menyelimuti berganti dengan cahaya harapan masa depan yang lebih baik.
Sinetron dokumenter pendidikan nonformal dan informal berdurasi 30 menit yang megambil shooting perkumpulan nelayan di pulau terpencil yang jaraknya jauh dari Kota Makassar. Cukup menarik inovasi dalam Sosialisasi kegiatan pendidikan pendidikan nonformal dan informal. Sayangnya sinetron ini masih dalam bentuk DVD, yang hanya dibagikan secara terbatas ke PKBM-PKBM yang ada di Sulsel. Padahal, menarik juga kalau disiarkan di televisi sehingga dapat ditonton masyarakat luas di pelosok daerah terpencil di indonesia. Kegiatan ini patut dijadikan sebagai hiburan dan pembelajaran bagi warga masyarakat yang belum banyak tahu tentang adanya program-program PNFI. Mengingat masih banyak masyarakat yang tertinggal di pulau-pulau terpencil yang belum terjamah dengan layanan pendidikan. tidak saja di makassar, tapi juga banyak di wilayah indonesia lainnya.
Untuk menonton Sinetron Badai Pasti Berlalu bisa di lihat di youtube dengan kata kunci Badai Pasti Berlalu atau bisa langsung tekan di sini
dikutip dari Warta PNFI Vol. 69 Edisi II Thn 2009, di edit dan di ketik ulang oleh karoeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar