Halaman

Senin, 28 September 2009

Desa Cyber Menembus Kesenjangan Teknologi

Ada bebrapa program atau model yg menarik dan terus di kembangkan oleh tim di BPPNFI Regional V Makassar dan salah satunya adalah program Desa Cyber yang bertujuan untuk memelekkan warga desa dari kesenjangan teknologi khususnya pengenalan internet.
Model Desa Cyber ini mulai diterapkan di SKB Gowa mencakup 13 desa dari target 20 desa di Kabupaten Gowa Selaesi Selatan. Desa Cyber belum lama ini diresmikan oleh Dirjen PNFI Hamid Muhammad di PKBM Al Hijrah di dusun Kacci-kacci, Desa Bontobiraeng, Kecamatan Bontonampo, yang letaknya sekitar 30 Km dari kota Makassar. Daerah ini termasuk daerah yang masih sulit mengakses informasi secara global, karena sebagian warganya masih belum teknologi.

Menurut Kasi Informasi BPPNFI Regional V Makassar, Ernawati Agustina mengatakan pembangunan program Desa Cyber untuk mendukung program dari pusat dalam pelaksanaan pendataan pendidikan nonformal serta mewujudkan harapan masyarakat desa dalam menikmati informasi-informasi pendidikan yang up to date dan real time. "Pada tahun 2007 lalu, BPPNFI Regional V menyusun suatu program dengan model pendekatan pada pemanfaatn teknologi informasi yang optimal dalam menunjang proses pelaksanaan pendidikan nonformal serta pendataannya pada tingkat desa atau kelurahan yang kami berikan nama program Cyber Village" jelasnya.
Dikatakan Erna, awal pelaksanaan program ini, BPPNFI Reg. V telah membangun infrastruktur serta mengkoneksikan 6 titik di 3 kabupaten yakni ; Kabupaten Gowa, Kabupaten Polman, dan Kabupaten Bulukumba. Keenam titik koneksi cyber village merupakan lokasi-lokasi ujicoba program ini untuk melihat sejauh mana efektifitas sistem dan infrasturktur dalam mendukung proses pendataan dan program pendidikan nonformal dengan online system.

Ketika Warta PNFI berkunjung ke PKBM Al Hijrah, salah satu PKBM yang melaksanakan program Desa Cyber, tengah melaksankan Melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus sosialisasi Desa Cyber bagi warga di sekitar Dusun Kecci-kacci, Desa Bontobiraeng. Masyarakat di sini antusias menyambut adanya Desa Cyber yang akan memajukan mereka melalui askses informasi di internet. Bahkan salah satu SMU Muhammadiyah menginginkan masuk dalam Link Desa Cyber ini, karena sekolahnya belum bisa akses internet.
Tidak hanya komunitas pendidikan, ada juga dari kelompok tani, Abu Hubaedah Ketua Kelompok Tani Desa Bontobiraeng mengharapkan layanan Desa Cyber ini dipelas dengan penyediaan fasilitas komputer yang memadai. "Saya inginkan semua petani di sini dapat mengakses informasi tentang pertanian secara global, sehingga petani di sini bisa lebih maju lagi," katanya.

Saat ini pengembangan Desa Cyber di Kabupaten Gowa sudah memiliki 1 BTS (Base Tranceiver Service) di SMK Negeri Bajeng hasil kerja sama BPPNFI Reg. V dengan ICT Center Kabupaten Gowa, dengan jangkauan pancar sekitar radius 7 KM jarak pandang sinyal yang melayani Desa Cyber di PKBM Julukanaya, PKBM Bintang, PKBM Surya Mandiri, PKBM Aisyah, PKBM Citra, PKBM Amalia, PKBM Amanah dan PKBM Al Hijrah sebagai Pelaksana Program

Manfaat bagi masyarakat dengan adanya Program Desa Cyber ini adalah meningkatkan akses bagi masyarkat di desa, khususnya peserta didik PNF terhadap berbagai informasi melalui layanan internet. Minat belajar masyarakat, khususnya peserta didik pada satuan-satuan pendidikan nonformal melalui pemanfaatan teknologi informasi jadi meningkat. Sarana ini di jadikan media pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik.
H. Baharuddin Ustadz staf KUA Kecamatan Gowa dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW dan sosialisasi Desa Cyber ini menyambut baik dengan adanya akses informasi internet, karena ini suatu langkah maju bagi desa tersebut. "Tetapi, jangan lupa Ibu Bapak sekalian, bekalilah anak-anak dengan iman yang kuat, karena jangan sampai memanfaatkan internet itu untuk hal-hal yang negatif yang saat ini gencar dalam dunia maya. Kalau ada iman di dadanya tidak bakal anak-anak dan remaja kita, membuka hal-hal yang negatif, karena internet penting untuk mengembangkan cakrawala ilmu," Paparnya.
Tentu saja pesan moral itu perlu disambut baik, terutama oleh para pengelola PKBM sebagai pelaksana program, karena tanpa pengawasan, bisa saja pengguna menyalahgunakan akses internet itu untuk membuka yang negatif. Di sisi lain pentingnya adanya link Desa Cyber ini untuk pengumpulan data informasi BPPNFI dari berbagai daerah, karena BPPNFI Reg. V Makassar cakupan wilayahnya cukup luas dengan enam propinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

dikutip dari Warta PNFI Vol 69-Edisi II Tahun 2009 dan di edit dan diketik kembali oleh karoeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO

Jakarta (ANTARA News) - Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda ...