Tantangan penuntasan buta aksara semakin berat kalau dihadapkan kepada akses pelayanan di daerah terpencil dan suku terasing yang masih ada di masing-masing daerah. Di BPPNFI Regional V Makassar Sulawesi Selatan misalnya, terdapat beberapa suku terasing di beberapa daerah. Selain yang ada di pulau-pulau kecil, juga di daerah pedesaan.Di Kabupaten Bulukumba Misalnya, terdapat suku kajang, seperti halnya suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten yang menentang adanya pendidikan dengan alasan takut lunturnya budaya dan adat istiadat yang sudah mereka jaga selama ini. Jelas kalau menggunakan pola pendidikan formal, mereka akan sulit ditembus, mengingat mereka juga menolak adanya bangunan permanen untuk pendidikan. Maka pendidikan nonformal yang bisa diterima, karena bisa dilakukan di mana saja, dengan cara apa saja, dan tak terikat waktu pembelajarannya.
Harisman, Ketua Kelompok Pamong di BPPNFI Regional V Makassar menuturkan, bagaimana sulitnya menembus suku Kajang. Dari segi akses daerahnya cukup sulit harus ditempuh sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Makassar, belum masuk ke pedalaman di mana mereka membangun komunitasnya harus di tempuh 3 jam berjalan kaki.
Menuntaskan buta aksara bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, perlu dicari berbagai alternatif terobosan baik dari segi pendekatan maupun metodologi pembelajaran kekasaraan. Satu dari berbagai upaya tersebut adalah pengembangan pendidikan keaksaraan dengan memanfaatkan bahasa ibu.
Menurut Harisman, pengembangan pendidikan keaksaraan melalui pendekatan bahasa Ibu sangat relevan untuk dibudayakan karena kita memiliki banyak ragam bahasa Ibu yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.
Untuk mempermudah melakukan pembelajaran pada masyarakat kajang, Tim BPPNFI Regional V Makassar membuat buku Addangang yang merupakan salah satu serial bahan ajar muatan lokal yang dirancang untuk warga belajar pendidikan keaksaraan tingkat dasar. Buku ini menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar digali dari konteks lokal suku kajang. Buku ini disusun sebagai bahan acuan sekaligus panduan bagi tutor dalam menyusun tema pembelajaran membaca, menulis dan berhitung (calistung). "Tema yang diangkat dalam buku ini adalah salah satu upacara adat tradisional atas meninggalnya salah seorang warga masyarakat ammatowa Kajang," papar Harisman.
Materi pokok yang diangkat dalam buku ini adalah cara memperkenalkan kepada warga belajar tentang bagaimana membaca, menulis, dan berhitung tingkat keaksaraan dasar.
Proses belajar mengajar masyarakat kajang menggunakan buku Addangang.
dikutip dari Warta PNFI Vol. 70 Edisi III Thn 2009, di edit dan di ketik ulang oleh karoeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar