Pulau Kodingareng adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah barat kota Makassar, yaitu berada di wilayah kelurahan Kodingareng, Kecamatan Ujungtana Kota Makassar. Pulau ini hanya seluas 4800 meter bujur sangkar, dan satu-satunya akses menuju ke pulau ini adalah melalui perjalanan laut, dikala cuaca cerah dan ombak tenang kita dapat menuju pulau ini dengan menggunakan perahu sewaan yang sehari-harinya terdapat di sekitar pantai losari Makassar, atau menumpang perahu penyebrangan reguler dengan waktu tempuh sekitar 45 menit yang setiap harinya berangkat ke pulau kodingareng pada pukul delapan pagi dan kembali pada pukul dua siang.Sebagai pulau PLS pulau Kodingareng melaksanakan dan mengintensifkan berbagai kegiatan Pendidikan Luar Sekolah. Berdasarkan potensi kelurahan Kodingareng pada tahun 2006, pulau ini dihuni lebih dari 4000 orang yang terbagai atas 906 kepala keluarga, sebagai pulau yg dikelilingi oleh lautan, profesi utama para penduduknya adalah nelayan, dari hampir tiga ribu orang yang berumur 15 tahun-60 tahun terdapat lebih dari seribu orang atau sekitar 40% diantaranya berprofesi sebagai nelayan tradisional sisanya sebagai pedagang dan profesi lainnya. Dari sisi pendidikan terdapat hampir dua ribu orang usia sekolah antara 7-25 tahun namun saat ini hanya ada lebih 500 orang yang tertampung di pendidikan formal, hal ini berarti hampir 1500 orang tidak dapat mengenyam pendidikan formal termasuk yang drop out dan yang sama sekali tidak pernah duduk di bangku sekolah formal sebagai akibat dari keterbatasan daya tampung sekolah formal yang ada dan juga karena alasan biaya yang menyebabkan mereka lebih mementingkan pekerjaan mereka yang menghasilkan uang daripada harus bersekolah. Di Pulau ini hanya ada masing-masing 1 TK, SD dan SMP yang sungguh tidak sebanding dengan jumlah sasaran didik, dari data yang diperolah terdapat hampir 700 orang anak dini usia 0-6 tahun lebih dari 200 orang yang masih tergolong buta huruf dan lebih dari 3000 orang yang tidak tamat sekolah dasar atau sederajat. Dari data potensi wilayah sektor pendidikan di pulau ini hanya ada lebih 700 orang yang tamat SD sederajat, yang tamat SMP sederajat kurang dari 150 orang, yang tamat SLTA sederajat tidak sampai 50 orang sedangkan yang memiliki ijazah diploma hanya 10 orang, dan yang sarjana cuma ada 3 orang, fenomena tersebut merupakan alasan yang sangat mendasar untuk lebih memacu kegiatan pendidikan nonformal di daerah ini.
Dijadikannya pulau Kodingareng sebagai pulau pendidikan luar sekolah atau pulau PLS dan juga sebagai laboratorium lapangan bagi BPPNFI Reg. V Makassar bermitra dengan Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB Biringkanayya dan Dinas Pendidikan Kota Makassar membuat pulau Kodingareng saat ini marak dengan kegiatan pendidikan nonformal, hampir di setiap sudut terdapat kegiatan Pendidikan Luar Sekolah dan yang sangat membesarkan hati yakni adanya respon yang sangat antusias dari warga masyarakat di wilayah ini.
Bentuk-bentuk program Pendidikan Nonformal di Pulau ini diantaranya adalah :
Taman Penitipan Anak Mutiara, dengan bangunan yang sangat sederhana di bibir pantai, bahkan terkesan seadaya namun dengan semangat dari seluruh unsur yang terlibat, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Saat ini TPA Mutiara Memiliki peserta didik lebih dari 30 orang anak, yang keberadaannya diperuntukkan bagi anak usia dini kelompok umur 1-3 tahun yang keseharian Ibunya adalah penjual kue di sekitar kampung atau menyebrang ke kota Makassar untuk berdagang.
Kelompok Bermain Mawar, keberadaan kelompok bermain ini merupakan laboratorium lapangan pendidikan usia dini BPPNFI Reg.V Makassar yang bermitra dengan SKB Biringkanayya dan Dinas Pendidikan kota Makassar, kelompok bermain ini hadir sebagai antisipasi dari ketidak mampuan daya tampung taman kanak-kanak yang ada di pulau Kodingareng akan kebutuhan pendidikan anak usia dini, disamping karena alasan kemampuan ekonomi penduduk. Dikelompok ini membina 38 orang anak kelompok umur 3-4 tahun dan 49 orang anak kelompok 5-6 tahun, atas keberadaan para tutor kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Lokasi kelompok bermain mawar berdekatan dengan lokasi Pentitipan Anak Mutiara, sehingga memudahkan bagi orang tua yang memiliki anak dikedua tempat itu.
Program Paket B, Pelaksanaan program ini sebagai antisipasi dari banyaknya anak usia sekolah SMP sederajat yang telah menyelesaikan pendidikannya ditingkat Sekolah Dasar yang tidak bisa tertampung oleh pendidikan formal SMP sederajat yang jumlahnya hanya 1 buah di pulau ini, begitupula dengan yang drop out karena alasan ekonomi dan pekerjaan, walaupun jumlah yang tertampung dalam program ini masih sangat minim, setidaknya kita telah melakukan tindakan untuk memulai mebuat pondasi dengan harapan ke depan suatu saat akan dapat di kembangkan, jumlah warga belajar paket B pulau ini masih sekitar 15 orang dengan jumlah tutor sebanyak 4 orang, dan lokasi pembelajarannya di laksanakan di ruang Sekolah Dasar pada sore hari.
Keaksaraan Fungsional Harapan, dibidang kegiatan pengurangan jumlah buta huruf di pulau ini BPPNFI Reg. V bermitra dengan SKB Biringkanaya telah melaksanakan pula pembelajaran Keaksaraan Fungsional, yaitu suatu bentuk pembelajaran membaca, menulis dan berhitung atau yang disingkat dengan calistung. Program KF yang diselenggrakan diintegrasikan dengan pemberian keterampilan membuat kue dan kerupuk. Hal ini dikarenakan pada kelompk KF ini warga belajarnya adalah kaum perempuan sehingga untuk menarik minat mereka untuk mengikuti pembelajaran diberikanlah bentuk keterampilan yang sesuai. Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Harapan terdiri dari dua kelompok yang masing-masing beranggotakan sepuluh orang warga belajar dengan fasilitator Ibu Hj. Siti Halimah pada waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kesepakatan antara kelompok belajar dengan tutor atau fasilitator, di dalam pelaksanaan program ini, sebagaimana pelaksanaan program-program pendidikan nonformal lainnya tentu tidak lepas dari berbagai kendala namun dengan cara persuasif disertai dengan sikap kooperatif dan antisipatif dari pihak penyelenggara, kendala-kendala yang ada dapat diatasi.Kelompok Belajar KF Lumba-lumba, selain kelompok belajar harapan di pulau ini terdapat pula kelompok belajar KF Lumba-lumba, di bawah pimpinan tutor bapak H. Samsir MA, kelompok belajar ini beranggotakan 12 orang warga belajar, Keaksaraan Fungsional ini juga merupakan binaan BPPNFI Reg. V Makassar yang bermitra dengan SKB Biringkanaya.
Kursus Menjahit Ayuwandira, bentuk pendidikan nonformal lainnya yang ada di pulau Kodingareng ini adalah bentuk kursus keterampilan menjahit gorden dan baju muslim yang di berinama kursus Menjahit Ayuwandira. Kursus menjahit ini adalah kursus yang didirikan atas swadaya masyarakat sendiri, walaupun dengan peralatan yang sangat sederhana kursus yang pada saat membelajarkan 10 orang warga belajar, kursus menjahit ini telah menamatkan 7 orang yang 2 diantaranya sudah mandiri.
Workshop Life Skill Bengkel Mesin Perahu Harapan Jaya, yang tidak kalah menariknya adalah keberadaan workshop lifeskill bengkel mesin perahu Harapan Jaya yang merupakan kemitraan antara BPPNFI Reg. V Makassar, SKB Biringkanaya, dengan Firma Alotappareng sebuah perusahaan yang merupakan maindealer produk mesin motor perahu merek Yanmar, kegiatan ini sungguh banyak diminati oleh warga masyarakat pulau Kodingareng yang pada umumnya berprofesi sebagai nelayan. Peserta didik Workshop Life Skill ini berjumlah 40 orang, mereka di latih untuk mereparasi mesin motor tempel sehingga bila ada kerusakan dapat diperbaiki di pulau Kodingareng sendiri, hal ini memberi peluang yang sangat baik sebagai lapangan pekerjaan baru disamping sebagai solusi relefan terhadap masalah yang dihadapai masyarakat pulau Kodingareng dimana sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.Dengan adanya berbagai bentuk pembelajaran pendidikan nonformal, pulau ini ketertinggalannya dari pendidikan sebagai akbiat kondisi wilayah dapat diantisipasi, dan yang tak kalah pentingnya adalah adanya respon dari warga masyarakat dari pulau ini yang begitu antusias terhadap penyelenggaraan bentuk-bentuk pendidikan nonformal.
Adanya kolaborasi dan kerjasama yang bersinergi dari semua pihak telah memberi harapan akan keberhasilan pencapaian tujuan penyelenggaraan pendidikan nonformal di pulau ini, karena tanpa adanya dukungan dari semua pihak maka pulau kodingareng sebagai pulau Pendidikan Luar Sekolah hanyalah akan menjadi gelaran isapan jempol semata, untuk semua itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dibarengi dengan kegigihan dan kerja keras yang semoga saja sekeras ombak di tengah pasang dan sekokoh karang di pantai Kodingareng.
Sumber Artikel : Cd Audio Visual Pulau Kodingareng Pulau PLS, BPPNFI Reg. V Makassar, di edit dan di ketik ulang oleh karoeng
NB : Video Pulau PLS ini bisa langsung di nonton diblog ini di widget Video Reg.V, atau di youtube dengan kata kunci pulau kodingareng, atau bisa langsung di klik di sini





